Kelainan dan Gangguan Pada Alat Gerak Pasif

gangguan alat gerak


 para pengrajin gerabah memiliki tangan dan kaki yang begitu cekatan dan terampil dalam membentuk tanah liat yang menjadi gerabah-gerabah yang bernilai seni tinggi. 
Maka dari itu  dapat kita lihat betapa rangka dan otot, khususnya ynang terdapat pada tangan dan kaki mampu berfungsi dengan baik. Apa yang akan terjadi jika salah satu organ anggota gerak tersebut tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya?

Sistem gerak yang terdapat pada manusia tersusun atas rangka dan otot. Rangka merupakan alat gerak pasif yang tersusun atas tulang-tulang dengan berbagai macam bentuk. Sedangkan otot merupakan alat gerak aktif.
 Sistem gerak pada manusia terkadang mengalami gangguan-gangguan maupun kelainan dan penyakit. hal itu dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya kelainan sejak lahir, karena makanan, kebiasaan yang salah, maupun kecelakaan.
 Oleh karena itu berikut di antara gangguan maupun kelainan dan penyakit pada sistem gerak manusia yaitu :
gerak pasif


1. Fraktura/Patah Tulang
Fraktura merupakan kelainan pada tulang akibat kecelakaan, baik kendaraan bermotor atau jatuh. Fraktura dibedakan menjadi 2(dua)  macam yaitu fraktura tertutup (patah tulang yang tidak sampai merobek kulit/otot) dan fraktura terbuka (patah tulang yang merobek/ menembus kulit/otot).

Meskipun sangat kuat dan lentur, tulang-tulang pun bisa mengalami fraktura. Jika tulang mengalami patah tetapi bagian ujung yang patah tidak menembus kulit, maka itu dapat disebut dengan fraktura tertutup. Tetapi sebaliknya jika ujung tulang yang patah keluar menembus kulit, maka itu disebut dengan fraktura terbuka.

2. Osteoporosis
Pada kelainan  tulang yang kedua ini disebabkan karena adanya pengeroposan tulang. Hal ini dikarena tubuh sudah tidak mampu atau tidak sanggup lagi menyerap dan menggunakan kalsium secara normal. Osteoporosis ini terjadi karena kekurangan mineral. Osteoporosis umumnya dapat terjadi pada orang dewasa.

Pada orang dewasa biasanya akan menghasilkan lebih sedikit hormon, sehingga osteoblast sebagai pembentuk tulang kurang aktif, dan masa tulang pun akan menjadi berkurang. Tulang-tulang yang kekurangan mineral menjadi rapuh dan mudah patah.

3. Fisura/Retak Tulang
Kelainan tulang yang menimbulkan keretakan pada tulang akibat kecelakaan. Retak tulang terjadi karena terdapat keretakan pada tulang akibat suatu insiden ataupun benturan tulang dengan benda-benda keras. Tulang retak masih dapat disambung kembali.

Kesalahan kebiasaan duduk dapat mengakibatkan beberapa kelainan yaitu sebagai berikut :

a. Lordosis
Lordosis adalah Kelainan tulang karena sikap duduk yang salah sehingga tulang belakang melengkung atau membengkok ke depan pada daerah lumbalis. Hal ini akan mengakibatkan posisi kepala tertarik ke belakang. 

b. Skoliosis
Skoliosis adalah kelainan tulang karena sikap duduk yang salah sehingga tulang belakang melengkung ke arah sampng (ke arah kiri dan kanan). Hal ini akan menyebabkan badan akan bengkok membentuk huruf “S”. 
Penyebab dari skoliosis ini adalah pola atau kebiasaan-kebiasaan yang menyebabkan tulang belakang meliuk-liuk dengan postur yang tidak baik. Selain itu, mengangkat beban yang berlebih atau terlalu berat dan tidak diseimbangkan dengan anggota badan kanan dan kiri.

c. Kifosis
Kifosis adalah kelainan tulang karena sikap duduk membungkuk sehingga tulang belakang membengkok ke belakang. Contoh dari kebiasaan yang dapat menyebabkan kifosis antara lain adalah kebiasaan duduk yang terlalu membungkuk, posisi membaca yang terlalu membukuk, dan lain-lain.

demikianlah penjelasan singkat mengenai kelainan atau gangguan alat gerak pasif pada manusia, semoga dengan tersajinya materi tersebut dapat menambah daya ingat kita, pengetahuan dan wawasan kita. aminn


3.  
Post a Comment (0)
Previous Post Next Post