Penanggulangan Bencana Gunung Berapi

Bencana Gunung Berapi

Penanggulangan bencana gunung berapi
Penanggulangan bencana letusan gunung berapi dibagi menjadi tiga bagian yaitu, persiapan sebelum terjadi letusan, saat terjadi letusan, dan setelah terjadi letusan.

a.Sebelum terjadi letusan

ipa kelas 7

Sebelum terjadi letusan gunung berapi, perlu dilakukan hal-hal berikut :
1.Pemantauan dan pengamatan kegiatan pada semua gunung berapi aktif.
2.membuat dan menyediakan peta kawasan rawan bencana dan peta zona Risiko Gunung Berapi yang didukung dengan Peta Geologi Gunung Berapi.
3.Melaksanakan prosedur tetap penanggulangan bencana letusan gunung berapi.
4.Melakukan bimbingan dan pemberian informasi gunung berapi.
5.Melakukan penyelidikan dan penelitian geologi. Geofisika, dan geokimia di gunung berapi.
6.Melakukan peningkatan sumber daya manusia dan pendukungnya seperti peningkatan sarana dan prasarana.

b.Selama terjadi letusan

ipa kelas 7

Beberapa hal berikut perlu dilakukan selama terjadi letusan gunung berapi yaitu :
1.Mengikuti perintah pengungsian yang dilakukan oleh pihak berwenang.
2.Menghindari melintas searah dengan arah angin dan sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung yang sedang meletus.
3.Apabila terjebak di dalam ruang atau rumah, lakukan hal-hal sebagai berikut.
a). Tutup seluruh jendela, pintu-pintu masuk, dan lubang atau keran.
b). Letakkan seluruh mesin ke dalam garasi atau tempat yang tertutup.
c). Bawa hewan peliharaan ke dalam ruang yang terlindungi.

4.apabila berada di ruang terbuka, lakukan hal-hal sebagai berikut :
a).Cari ruang perlindungan.
b).Apabila terjadi hujan batu, lindungi kepala dengan posisi melingkar seberti  bola.
c).Apabila terjebak dekat suatu aliran, hati-hati terhadap adanya aliran lahar.
d).Cari tempat yang lebih tinggi.
e).Lindungi diri dari hujan.
f).Kenakan pakaian berlengan panjang dan celana panjang.
g).Gunakan kacmata untuk melindungi mata.
h).Gunakan masker debu. Kain, atau sapu tangan untuk melindungi pernapasan.
i).Matikan mesin mobil atau kendaraan lainnya saat terjadi aliran lahar.

5.menghindari daerah bahaya yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau lembaga yang berwenang, serta melihat peta daerah berbahaya gunung api.

6.hindari lembah-lembah sungai dan daerah yang rendah. Mendekati gunung berapi yang sedang meletus sangat berbahaya. Akibat letusan gunung berapi dapat dirasakan beberapa kilometer jauhnya dan gunung berapi yang sedang meletus. Aliran lahar dan banjir bandang, kebakaran hutan, bahkan aliran awan panas yang mematikan dan mengenai kalian yang bahkan jauh dari gunung berapi.

7.apabila kalian melihat permukaan aliran air sungai naik, segera mencari daerah yang lebih tinggi. Apabila aliran lahar melewati jembatan, jauhi jembatan tersebut. Aliran lahar memiliki kekuatan yang besar serta dapat membentuk aliran yang mengandung lumpur dan bahan gunung berapi lainnya yang dapat bergerak dengan kecepatan 30-60 km/jam.

8.dengarkan berita dari radio atau televisi mengenai situasi terakhir bahaya letusan gunung berapi.

c.setelah terjadi letsan

ipa kelas 7

setelah terjadi letusan gunung berapi, perlu dilakukan hal-hal sebagi berikut :
1). Mengumpulkan data yang mencangkup sebaran dan volume hasil letusan.
2). Mengidentifikasi sarana penanggulangan bencana.
3). Memberikan sarana penanggulangan bahaya.
4). Memberikan penataan kawasan jangka pendek dan jangka panjang.
5). Memperbaiki fasilitas pemantauan yang rusak.
6). Menurunkan status kegiatan gunung berapi jika keadaan susah lebih baik.
7). Melanjutkan pemantauan rutin.
Tingkat isyarat gunung merapi

Untuk keperluan penanggulangan bahaya gunung berapi, para ahli telah menyusun tabel tingkat isyarat bahaya gunung berapi seperti pada tabel berikut :






Post a Comment (0)
Previous Post Next Post